Sejarah Semantic Web
Semantic web dicetuskan pertama kali oleh Tim Berners-Lee, James Hendler, dan Ora Lassila, di majalah Scientific American pada tahun 2001. Sejak itu, Tim Berners-Lee yang juga merupakan direktur dari W3C membentuk tim kerja yang membidangi semantic web serta infrastrukturnya pada tahun 2001. Aktivitas dari tim ini bisa dilihat di http://www.w3.org/2001/sw/. Tim tersebut merumuskan berbagai infrastruktur untuk keperluan semantic web, antara lain adalah RDF (Resource Definition Framework), n3, Ontology, dan lainlain, serta membangun berbagai software yang diperlukan (IsaViz untuk mengedit RDF, cwm – close world machine, dan lainlain). Beberapa infrastruktur memang telah tersedia di W3C, seperti misalnya infrastruktur untuk display berbasis XML (XHTML, SVG, dan lainlain).
Pengertian Semantic Web
Semantic web merupakan visi untuk membuat web lebih dipahami oleh mesin (“making web more understandable by machine”). Menurut Tim Berners-Lee (Berners-Lee, Tim, et.al, 1999):
"The Semantic Web is a Web that includes documents, or portions of documents, describing explicit relationships, between things and containing semantic information intended for automated processing by our machines."
Dari definisi tersebut, bisa dipahami bahwa semantic web berkaitan dengan dokumen atau bagian dokumen yang mendeskripsikan hubungan secara eksplisit serta berisi informasi semantik (seperti “bekerja pada”, “anak dari”, dan lain-lain) yang memang dimaksudkan untuk diproses oleh mesin. Perlu diketahui bahwa defisini disini lebih ditekankan pada “bisa dipahami oleh mesin” bukan pada “bisa dibaca oleh mesin” karena web saat ini pun sebenarnya bisa dibaca oleh mesin, tetapi nilai semantiknya yang tidak ada.
Semantic Web merupakan suatu visi dari Tim Berners-Lee untuk membuat web menjadi sumber daya data yang bermakna. Hal ini bisa diwujudkan dengan menggunakan infrastruktur yang didefinisikan oleh kelompok kerja di W3C. Seperti telah diketahui, web saat ini menggunakan HTML sebagai komponen utama. HTML membuat presentasi serta isi dari web menjadi satu. Hal ini merupakan kelemahan dari web yang ada saat ini karena hal tersebut menyebabkan data hanya bisa dipahami oleh manusia dan pada gilirannya akan menyulitkan presentasi, klasifikasi, pencarian, pembuatan katalog, serta human reasoning. “Dipahami” disini mengacu pada kemampuan mesin untuk mendeskripsikan keterkaitan antar data serta representasi graph dari data tersebut). Pendefinisian data tersebut dilakukan dengan pembuatan model data RDF. Model data RDF ini bisa digunakan oleh berbagai API (Application Programming Interface) seperti Jena dari HP, 4Suite dari Fourthought Inc., dan lain-lain.
Contoh Kasus untuk Pemanfaatan Semantic Web
Contoh sederhana adalah tentang pencarian di web. Penggunaan mesin pencari seperti Google, Altavista, Yahoo, dan lainlain hanya mendasarkan pencariannya pada metadata yang terdapat pada header file HTML. Perhatikan contoh berikut:
Pencarian "Article about Bambang" akan menghasilkan kemugkinan-kemungkinan lain seperti "Article by Bambang",
"Article from Bambang" karena mesin-mesin pencari tersebut hanya akan melakukan peng-indeks-an kata
kunci "Article" dan "Bambang". Meskipun sekilas kelihatan sederhana, tetapi pada saat pencarian, pemakai
bisa dipusingkan karena hasil dari pencarian tersebut bisa mencari ribuan halaman.
Pengembangan yang lebih berguna lagi ada pada pemanfaatan software agentbersama dengan semantic web untuk keperluan crawling, generalisasi, kategorisasi, serta reasoning data. Sebagai contoh, seorang pengembang bisa mengembangkan suatu software agent yang mengumpulkan data tentang suatu resource, misalnya tentang “dokter umum yang berpraktik di yogyakarta”, menemukan atribut “jam praktik”, membuat perjanjian untuk pemeriksaan, serta memberitahu ke user tentang rencana periksa ke dokter tersebut.
Lebih lengkapnya mengenai semantic web ini dapat mengunjungi situs terkait :
Dengan kata lain, semantic web ini merupakan representasi dari www untuk mempermudah dan lebih efektif dalam mencari, otomatisasi, integrasi dan re-use informasi dari aplikasi.
Sekian. Semoga bermanfaat. ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar